Advertise here

Sabtu, 07 September 2019

Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap Jadi Dandim Batam

Ditulis oleh: Redaksi JK     Sabtu, 07 September 2019    


BATAM - Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim 0316/Batam, Sabtu (7/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Turut hadir Plt Gubernur Kepri Isdianto, Danlantamal IV, yang mewakili Kapolda, Kapolresta Barelang, Walikota Tanjungpinang, Wakil Bupati Tanjung Balai Karimun dan pejabat tinggi lainnya.

Dandim 0316 Batam kini dijabat oleh Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Ahmad Daud Harahap yang menggantikan Letkol Inf Romel Jangga Wardana, yang kini akan menjabat sebagai Wakil Asisten Perencanaan Komandan Jenderal Pasukan Khusus.

Letkol Inf Romel Jangga Wardana mengungkapkan kesan bahwa selama menjabat sebagai Dandim 0316/Batam yakni ekstakuler di Batam ini. “Batam adalah kota yang ramah, dapat saya dapat menjalin kebersamaan dan berkerjasama sebagai anak di Kota Bunda Melayu,” ucap Romel.

Lanjut Romel, kesan yang sangat mendalam turut dirasakannya saat bekerjasama dengan TNI, begitu juga bantuan – bantuan dalam Pileg maupun Pilpres, dan kegiatan-Kegiatan yang dilakukan Kodim 0316/Batam dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan harapan.

Sementara itu, Dandim 0316 Batam yang baru Letkol Inf Ahmad Daud Harahap mengatakan bahwa ia akan melanjutkan apa yang sudah di capai Letkol Inf Romel Jangga, yang intinya melaksanakan tugas pokok dari TNI.

“Kalau kita aman dan nyaman, tentunya berpengaruh terhadap perekonomian disini,” kata Daud.

Untuk mendekati diri kepada lingkungan Kodim 0316 Batam, ia juga akan mendatangi Koramil – Koramil, sehingga ia dapat menentukan arah pekerjaan.

“Batam merupakan Kota Prioritas dan sebanding dengan Kota lainnya Serta menciptakan Batam aman dan nyaman,” ujarnya.

Daud menjelaskan, tidak hanya ada TNI, tapi instansi kepolisian dan Kodim juga akan bersinergi dengan aparat pemerintahan.

“Soal Pilkada 2020, kami akan mulai menjaga, dan menata baik, sehingga tahap Pilkada serentak akan berjalan sesuai yang kita harapkan bersama,” ungkap Daud. 

Sabtu, 16 Maret 2019

Pendukung Jokowi Banyak Tersangka Koruptor

Ditulis oleh: Redaksi JK     Sabtu, 16 Maret 2019    


JAKARTA - Capres sekaligus presiden Jokowi makin terbenam, menyusul Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy kena OTT KPK atas dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Demikian dikatakan Jurubicara Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, Minggu (16/3).

"Ini adalah ketum partai koalisi Jokowi-Maruf yang kedua diambil oleh KPK setelah Setya Novanto dari Golkar," kata Ferdinand.

Menurut dia, masyarakat sudah cerdas dan semakin yakin dengan realitas politik yang terjadi saat ini bahwa kubu Jokowi-Maruf banyak koruptor.

"Kalau masyarakat memiliki akal sehat dan antikorupsi tentu dengan peristiwa ini (Romi) ya pasti akan meninggalkan kubu Pak Jokowi-Maruf karena ternyata banyak sekali koruptor di sana," kata Ferdinand.

"Kita bisa lihat daftarnya dari yang di-OTT KPK," imbuhnya.

Ferdinand yang juga caleg DPR dari Partai Demokrat meyakini Romi yang anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Maruf tidak sendiri, tapi juga ada keterlibatan pihak lain dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag itu.

"Korupsi itu patut diduga karena melibatkan partai, ada ketumnya dan di kekuasaannya ada menterinya sama-sama dari PPP," tandas Ferdinand. (rmol)

Minggu, 03 Februari 2019

DPR: 4 Tahun Berkuasa Rapor Ekonomi Jokowi Merah Semua

Ditulis oleh: Redaksi JK     Minggu, 03 Februari 2019    


JAKARTA - Realisasi janji kampanye Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 hingga kini jauh dari praktiknya, terutama di bidang perekonomian.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi PKS, Refrizal sependapat dengan ekonom kawakan, Rizal Ramli soal janji-janji kampanye Jokowi 2014 silam.

"Saya sama Pak Rizal Ramli pernah diundang di TV untuk menyoroti rapot merah empat tahun pemerintahan Jokowi. Waktu itu Pak Rizal Ramli sudah kupas semuanya soal ekonomi," kata Refrizal kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/2).

Refrizal menceritakan mulai dari masalah utang, pertumbuhan ekonomi juga impor dipaparkan Rizal Ramli plus solusinya. Sementara ia fokus pada data-data hasil rapat dengar pendapat Kementerian Keuangan dengan Komisi XI DPR.

"Waktu itu kita tolok ukurnya dari janji kampanye tahun 2014 saja. Dari sekian banyak janji kampanye Jokowi di bidang ekonomi, kita lihat akhirnya rapornya merah semua," jelasnya.

Refrizal mencontohkan, janji pertumbuhan ekonomi yang meroket sampai 7 persen, kenyataannya sekarang hanya berkutat di angka 5 persen

Selasa, 13 November 2018

Sadis! Satu Keluarga Tewas Digorok Rampok

Ditulis oleh: Redaksi JK     Selasa, 13 November 2018    


BEKASI – Jelang Natal dan Tahun Baru aksi rampok makin meresahkan masyarakat. Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi  pada Selasa (13/11/2018) dini hari.

Korban tewas pembunuhan satu keluarga itu adalah Diperum Nainggolan (38) suami, Maya Boru Ambarita (37) istri, Sarah Boru Nainggolan (9) anak pertama, dan Arya Nainggolan (7) anak kedua.

Kepolisian sudah membawa keempat jenazah korban tewas itu ke dalam ambulans, Selasa (13/11/2018) pagi.

Sejumlah kerabat juga ikut dalam mobil ambulans ke RS Polri Kramat Jati.

Kakak Diperum Nainggolan, Intan Sitanggang mengaku kaget melihat keluarganya tewas setelah mendapat kabar dari kakaknya di Medan, Sumatera Utara.

“Pertama kali dikasih tahu sama saudara di Medan, bilangnya ada perampokan. Saya langsung ke rumahnya,” kata Intan Sitanggang kepada Warta Kota, Selasa (13/11/2018).

“Saya kira perampokan saja enggak sampai tewas. Enggak tahunya malah tewas gitu. Lemas saya, enggak kuat saya,” ucapnya.

Ia menambahkan, adiknya orang baik dan tidak pernah ada masalah.

“Dia baik bangat, enggak pernah ada masalah apa-apa. Saya kaget makanya, kenapa jahat banget (pelakunya),” ucapnya.

Menurutnya, Diperum Nainggolan (38) telah tinggal di rumah itu selama lima tahun, dan telah dua tahun membuka warung.

“Suaminya kerja, sama buka warung. Istri yang jaga warungnya. Anak-anaknya masih pada kecil, tega bangat ya?” cetusnya.

Korban tewas bernama Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37) selaku istri, Sarah Boru Nainggolan (9) yang merupakan anak pertama, dan Arya Nainggolan (7) anak kedua.

Mereka tewas pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 03.30 dini hari, di rumah Jalan Bojong Nangka 2 RT 02/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Pantauan Warta Kota, sampai saat ini Tim indentifikasi Polres Metro Bekasi Kota bersama Tim Jatanras Polda Metro Jaya sedang melakukan olah TKP, dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab tewasnya para korban.

Kepolisian juga menerjukan anjing pelacak K9 untuk mencari jejak pelaku.

Senin, 05 November 2018

Kena OTT, KSOP Pulau Sambu Ditangkap di Jakarta

Ditulis oleh: Redaksi JK     Senin, 05 November 2018    


Batam - Kepala KSOP Pulau Sambu Batam dicokok Direskrimsus Polda Kepri lantaran menerima uang suap dari PT. Garuda Mahakam Pratama di Jakarta, Demikian ungkap Direktur Krimsus Polda kepri Kombes Pol Rustam Mansur saat konfrensi pers, Senin (5/11/2018).

Kombes Pol. Rustam Mansur mengatakan, kronologi kejadiannya berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pemberian uang dari pihak perusahaan agen pelayaran kepada pihak KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam.
                         
“Bahwa semenjak dijabat oleh kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam yang baru (sejak bulan agustus 2018), pihak PT. Garuda Mahakam Pratama ada memberikan uang kelancaran di dalam melaksanakan kegiatan keagenannya kepada Kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam, yang mana proses pemberian uangnya selalu dilakukan di Jakarta, dan jadwal pemberian uang dilakukan pada setiap akhir bulan sedangkan untuk bulan Agustus dan bulan September 2018 telah diberikan,” bebernya.

Diterangkannya lagi, kronologi penangkapan terjadi pada Kamis(1/11/2018), tim lidik gabungan (Ditreskrimsus dan Ditintelkam) Polda Kepri mendapat informasi bahwa kepala cabang PT. Garuda Mahakam Pratama telah memesan tiket pesawat Garuda Indonesia untuk berangkat ke Jakarta pada pada hari jumat pukul 14.40 wib dengan maksud untuk menemui dan menyerahkan sejumlah uang kepada kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam.

“Melihat kondisi tersebut diatas, selanjutnya tim lidik gabungan (Ditreskrimsus dan Ditintelkam) Polda Kepri melakukan pembuntutan sejak mulai keberangkatan (dari Batam) sampai dengan akhirnya pada pukul 19.30 wib dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di restoran food market Gandaria City Mall Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Dibeberkannya lagi, dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut telah ditemukan uang sebesar US$ 9.200,- (Sembilan Ribu Dua Ratus Dollar Amerika) yang disimpan didalam amplop warna putih dan telah diserahkan oleh kepala cabang PT. Garuda Mahakam Pratama kepada kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam Atas dasar penangkapan tersebut, selanjutnya tim sidik Ditreskrimsus Polda Kepri telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi (penangkap) serta telah melakukan penggeledahan di kantor PT. Garuda Mahakam Pratama dan kantor syahbandar dan otoritas pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu Batam.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka (Insial TS) tas samping merk elle warna hitam, handphone merek Samsung galaxi S6 warna grey beserta kartu, handphone merek blackberry bold warna putih beserta kartu, uang tunai sebesar us$ 9.200 (sembilan ribu dua ratus dollar amerika) dalam bentuk pecahan us$ 100 (seratus dollar amerika) dan sedangkan dari tersangka (Inisial ESH alias E) disita tas samping merk samsonite red warna hitam, handphone merek samsung galaxi s9 plus warna hitam beserta kartu, handphone merek samsung galaxi s7 edge warna hitam beserta kartu, bording pass atas nama Tersangka (BTH-JKT).

Pasal yang dikenakan kepada tersangka Pasal 5 Ayat (2),Pasal 11,Pasal 12 Huruf A Atau Huruf B,Pasal 5 Ayat (1) Huruf A Atau Huruf B, Pasal 13 UURI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UURI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(humas)

Senin, 29 Oktober 2018

Kisah Pilu Ayah dan Anak Yang Jadi Korban Lion Air JT610

Ditulis oleh: Redaksi JK     Senin, 29 Oktober 2018    


BANGKA - Jodoh rezeki dan maut di tangan Allah SWT, dan tidak ada yang bisa menunda walau sedetikpun. Begitu pula yang dialami ayah dan anak ini.

Wahyu Alldila (32) bersama putra kesayangannya Xherdan Fachridzi (4) ikut menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang. Lion Air itu jatuh di Perairan Karawang.

"Terakhir Wahyu dan Xherdan mengirim foto pada saat di Stadion GeloraBungKaro," ucap mertua Wahyu Alldila,Fatna saat ditemui di posko crisis center, Bandara Depati Amir, Senin (29/10/2018).

Wahyu mrupakan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Dikatakan Fatma, Wahyu dan Xherdan berangkat ke Jakarta pada Sabtu (27/10) untuk menyaksikan pertandingan Piala Asia Usia 19.

"Tidak ada firasat, tetapi Wahyu pernah menghubungi dirinya mengatakan Xherdan merengek pulang untuk menemui saya," ujar Fatma.

Dirinya berharap, keduanya selamat dari tragedi kecelaka tersebut apa lagi istri Wahyu sedang hamil tua menggu kelahiran.

"Ya Allah, selamatkan mereka apalagi istri wahyu sedang hamil, kami yakin kuasa mu ada," tutup Fatma sambil memeluk kerabat yang berada di sampingnya.


sumber : detikcom

Selasa, 02 Oktober 2018

Pengamat: Pemerintah Jokowi Rezim Horor

Ditulis oleh: Redaksi JK     Selasa, 02 Oktober 2018    



JAKARTA - Rezim Joko Widodo (Jokowi) bisa saja disimpulkan sebagai rezim horor merujuk banyaknya kasus penganiayaan yang dialami orang-orang yang kritis kepada pemerintah.

Begitu disampaikan pengamat hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin, melalui pesan elektronik kepada redaksi, Selasa (2/10).

Kasus terakhir, sebut Martimus, dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Ratna dianiayai dan dikeroyok tiga orang pria di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung pada Jumat (21/9) malam usai menghadiri sebuah konferensi yang dihadiri beberapa perwakilan sejumlah negara di sebuah hotel.

Ratna yang dikenal sebagai aktivis perempuan sang "Sang Marsinah Menggugat" atas keberaniannya menggugat pembantaian yang dialami buruh Sidoarjo, Marsinah, tahun 1993, itu dikeroyok hingga babak belur. 

"Selama ini kita mengenal Ratna kerap adalah sosok mengkritisi kebijakan pemerintahan. Suatu yang wajar saja di era keterbukaan saat ini. Mengapa ia sampai harus diperlakukan demikian keji. Ini membuat akal sehat kita tidak habis pikir," kata Martimus pada Rmol.

Dalam catatan Martimus, kejadian penganiayaan tidak hanya dialami Ratna Sarumpaet. Ada daftar panjang sejumlah aktivis yang telah menjadi korban penganiayaan dilakukan oleh  pihak yang tidak senang dengan ekspresi dan kebebasan berpendapat warga negara yang telah dijamin dalam konstitusi.

Di antaranya dialami ahli IT alumni ITB Hermasyah. Ia dikeroyok dan dibacok sekelompok orang tak dikenal karena sepak terjangnya membongkar kebohongan digital kasus chat porno Rizieq Shihab dan Firza Husein yang dijadikan bahan penyelidikan oleh kepolisian.

Kasus lainnya, penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswesan. Sebelah mata Novel buta permanen. Kasus yang mirip dialami aktivis ICW, Tama Satya Langkun, yang gencar menyoroti kepemilikan rekening gendut perwira Polri itu hingga kini belum terungkap.

Lalu serangkaian kasus penganiayaan dan pembunuhan para ulama yang dilakukan orang gila juga berlangsung di masa kekuasaan saat ini.

"Dimana keberadaan dan posisi negara yang seharusnya mampu memberi rasa aman dan melindungi segenap tumpah darah warganya. Jangan sampai kejadian terus berulang sehingga rakyat menilai bahwa penguasa era refomasi telah menjelma menjadi rezim horor," tukas Martimus